LATAR BELAKANG

Sebagai salah satu BUMN Transportasi terbesar di Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki wilayah operasional yang luas dan sudah pasti bersentuhan dengan masyarakat dalam menjalankan proses bisnisnya, hal ini tentunya menjadikan PT. KAI (Persero) memiliki kepedulian pada masyarakat luas yang tergambar pada komitmen PT. KAI (Persero) dalam menjalankan tanggung jawab sosial masyarakat atau Corporate Social Responsibility.

Kepedulian PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan sudah dilakukan sejak tahun 1996 yang saat itu masih bernama Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) dan dirubah menjadi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sampai dengan saat ini. Dimana bantuan yang disalurkan bervariasi berupa bantuan korban bencana alam, sosial kemasyarakatan, pengembangan prasarana & sarana umum, pelestarian alam, sarana ibadah, pendidikan, kesehatan, modal usaha ukm, hingga penyelenggaraan event (sponsorship).

Dalam pelaksanaan kegiatan PKBL & CSR, PT. KAI (Persero) meyakini bahwa kesejahteraan masyarakat terutama yang berimbas langsung terhadap kegiatan operasional Kereta Api akan sejalan dengan perkembangan usaha bisnis perkeretaapian.

 

DASAR HUKUM

Pelaksanaan PKBL dan CSR di lingkungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) diatur pada kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor KEP-236/MBU/2003, Tanggal 17 Juni 2003. Pedoman PKBL mulai diterbitkan dengan Peraturan Menteri BUMN nomor PER-05/MBU/2007, tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN.

PER-05/MBU/2007 telah diubah beberapa kali dan termasuk perubahan pada tanggal 10 September 2013, Kementrian BUMN mengeluarkan PER-08/MBU/2013 tentang perubahan keempat atas Peraturan Menteri BUMN nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Pada tanggal 22 Mei 2015, Kementrian BUMN telah menerbitkan     Peraturan Menteri BUMN nomor PER-07/MBU/05/2015 tentang  Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan sebagai pengganti PER-08/MBU/2013. Pada tanggal 3 Juli 2015, Kementrian BUMN memberlakukan PER-09/MBU/07/2015 menggantikan Keputusan Menteri BUMN nomor  PER/MBU/05/2015. Lalu terakhir peraturan kementrian BUMN nomor PER-02/MBU/7/2017 tanggal 5 Juli 2017 menggantikan PER/MBU/05/2015.

 

VISI, MISI, DAN TUJUAN CSR KAI

1. Visi CSR KAI adalah memberikan manfaat yang tinggi bagi masyarakat, lingkungan, dan Stakeholder melalui peningkatan aktivitas PKBL serta CR;

2. Misi CSR KAI  :

a. Meningkatkan citra positif (Corporate Image) dan sinergi Perusahaan dengan Stakeholder guna tercipta situasi kondusif bagi operasional Perusahaan yang berkelanjutan;

b. Berperan aktif dalam mewujudkan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat serta kelestarian lingkungan.

3. Tujuan CSR KAI adalah memberikan kontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan guna terciptanya situasi kondusif bagi kelangsungan Perusahaan.

 

ARAH KEBIJAKAN CSR PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)

1. Keberpihakan pada masyarakat skala ekonomi menengah kebawah untuk dijadikan masyarakat yang berdaya saing kuat, tumbuh, dan mandiri secara sosial dan ekonomi;

2. Memenuhi kebijakan, arahan, dan penugasan Pemerintah melalui Kementrian BUMN yang diselenggarakan setiap tahun;

3. Terciptanya jaminan Keamanan dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api;

4. Pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, melalui :

a. Pemberian pinjaman modal usaha dalam Program Kemitraan dengan sistem kluster/sentra untuk menumbuhkankembangkan usaha kecil di tengah-tengah masyarakat;

b. Peningkatan pemasaran produk Mitra Binaan;

c. Pemberian bantuan bersifat hibah (program Bina Lingkungan) yang tepat sasaran dan tepat guna.

5. Pemberian pinjaman lunak modal usaha kepada pelaku UMK (Program Kemitraan) yang berkecimpung dalam sektor usaha :

a. Sektor Industri;

b. Sektor Jasa;

c. Sektor Peternakan;

d. Sektor Perdagangan;

e. Sektor Pertanian;

f.  Sektor Perkebunan;

g. Sektor Perikanan.

6. Pemberian bantuan Bina Lingkungan yang bersifat hibah kepada masyarakat atas :

a. Bantuan Korban Bencana Alam;

b. Bantuan Pendidikan dan/atau Pelatihan;

c. Bantuan Peningkatan Kesehatan;

d. Bantuan Pengembangan Prasarana dan/atau Sarana Umum;

e. Bantuan Sarana Ibadah;

f.  Bantuan Pelestarian Alam;

g. Bantuan Sosial Kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan.

 

STRATEGI DALAM PELAKSANAAN CSR PT.KERETA API INDONESIA (PERSERO) :

  1. Sosialisasi secara berkesinambungan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api kepada masyarakat sekitar jalur Kereta Api;
  2. Memfokuskan penyaluran dana Program Kemitraan untuk Mitra Binaan yang kompatibel dan prospek melalui cara mandiri atau Sinergi dengan BUMN lain;
  3. Memfokuskan penyaluran dana Bina Lingkungan kepada 8 (delapan) jenis bantuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan yang ditetapkan.

 

PILAR UTAMA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DALAM MENERAPKAN KEGIATAN CSR :

  1. Upaya Perusahaan untuk menggalang dukungan SDM, baik internal maupun eksternal (Building Human Capital);
  2. Memberdayakan ekonomi komunitas (Strengthening Economies);
  3. Menjaga harmonisasi dengan masyarakat sekitar (Assessing Social Cohession);
  4. Mengimplementasikan tata kelola yang baik (Encouraging Good Corporate Governance);
  5. Memperhatikan kelestarian lingkungan (Protecting the Environment).

 

 

1. BUMN HADIR UNTUK NEGERI (BHUN)

Logo BHUN

BUMN Hadir Untuk Negeri atau BHUN merupakan program Sinergi seluruh BUMN Indonesia sebagai komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkembangkan dan memupuk rasa kebangaan berbangsa dan bertanah air Indonesia kepada seluruh masyarakat di seluruh Negeri.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri telah ikut berpartisipasi setiap tahun pada kegiatan BHUN sejak 2015 yang terbagi dalam beberapa program :

a. Siswa Mengenal Nusantara (SMN);

b. Peringatan HUT Kemerdekaan RI;

c. Bedah Rumah Karyawan;

d. Elektrifikasi gratis rumah warga;

e. Pasar murah;

f. Mudik Gratis.

 

 

2. KERETA SEHAT (RAIL CLINIC)

Kegiatan Rail Clinic KAI

Merupakan program bakti sosial penyuluhan kesehatan dan akses pengobatan gratis kepada masyarakat di sekitar jalur operasional Kereta Api serta sosialisasi pengamanan perjalanan Kereta Api.

 

 

3. KERETA PUSTAKA (RAIL LIBRARY)

Kegiatan Rail Libraryi KAI

Merupakan dukungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meningkatkan minat membaca di kalangan masyarakat yang diwujudkan pada Kereta Pustaka (Rail Library) yang berisi buku manual atau elektronik (e-library).

 

 

4. SINERGI KEMITRAAN BUMN

Sinergi Kemitraan BUMN KAI

Merupakan kerjasama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kepada BUMN lain sebagai bagian dari langkah sinergi antar BUMN untuk kegiatan penyaluran pinjaman modal usaha kepada UKM.

 

 

5. BANTUAN KEPADA ANAK YATIM PIATU & ANAK DHUAFA

Bantuan kepada anak dhuafa

Merupakan bantuan yang setiap tahun diberikan kepada anak yatim piatu dan anak-anak dhuafa.

 

A. PROGRAM KEMITRAAN

Program Kemitraan merupakan program pemberian pinjaman lunak (jasa pinjaman 3%/thn) kepada usaha kecil dan UKM untuk meningkatkan kemampuan bisnis agar menjadi tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing di pasar melalui pembinaan dan sosialisasi yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Prosedur Pinjaman Modal KAI

 

Benefit yang diperoleh menjadi Mitra Binaan KAI :

1. Jasa pinjaman yang rendah yaitu 3% per tahun dengan akumulasi saldo hutang menurun;

2. Diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat promosi atas produk Mitra Binaan seperti Pameran, Event, dan Bazaar;

3. Mendapatkan pembinaan dan bimbingan langsung dari KAI untuk peningkatan keterampilan, pendapatan, dan skala usaha.

 

Setiap usaha kecil (UKM) bisa bergabung kedalam Program Kemitraan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan ketentuan :

1.  Pemilik usaha WNI;

2.  Usaha berdiri sendiri bukan cabang, anak perusahaan, atau afiliasi dari perusahaan/badan usaha lain;

3.  Badan perseorangan, berbadan hukum, atau tidak berbadan hukum, usaha mikro, koperasi yang berkedudukan di dalam negeri;

4.  Kekayaan bersih selain tanah dan bangunan maksimal Rp. 500.000.000;

5.  Omset per tahun paling besar Rp. 2.500.000.000;

6.  Melakukan usaha minimal sudah 6 bulan;

7.  Usia pemohon minimal 25 tahun, maksimal 50 tahun;

8.  Memiliki surat ijin usaha atau surat keterangan usaha dari pihak berwenang;

9.  Pengajuan modal pinjaman minimal Rp. 20.000.000,- dan maksimal Rp. 100.000.000,-;

10. Memiliki rencana pengembangan usaha dan pemanfaatan atas pinjaman yang dimohon;

11. Tidak sedang dalam masa bina kemitraan dengan BUMN atau Perusahaan lain;

12. Bersedia memberikan aset / harta sebagai jaminan pengembalian atas pinjaman modal yang diberikan (nilai jual jaminan minimal sama dengan pokok pinjaman);

13. Memiliki produk dan jasa usaha yang unik, khas dan representatif.

 

Proposal yang diajukan sekurang-kurangnya memuat data :

1.  Data pribadi pemilik & badan usaha;

2.  Riwayat / histori, dan profil badan usaha;

3.  Melampirkan fotocopy :

    a. Rekening giro/tabungan yang masih berjalan;

    b. KTP yang masih berlaku;

    c. Kartu keluarga pemilik usaha yang masih berlaku.

4.  Data keuangan badan usaha (neraca & laba rugi);

5.  Data SDM badan usaha;

6.  Data wilayah pemasaran produk;

7.  Dana pinjaman modal yang dibutuhkan;

8.  Rencana usaha atas pinjaman modal;

9.  Surat ijin usaha atau surat keterangan usaha dari pihak berwenang (RT/RW/Lurah);

10. Surat pernyataan kesediaan menanggung segala kewajiban dari pihak lain (suami/istri/ahli waris) yang bertanggungjawab atas pengembalian pinjaman modal usaha;

11.  Surat Keterangan badan usaha tidak fiktif dan asli kebenarannya;

12.  Fotocopy jaminan pinjaman (sertifikat, dll);

13.  Foto-foto produk dan proses produksi badan usaha.

 

 B. PROGRAM BINA LINGKUNGAN

Bina Lingkungan merupakan program bantuan hibah kemasyarakatan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bentuk kepedulian terhadap isu-isu sosial yang timbul dalam masyarakat terkhusus pada mereka yang berdampak langsung pada operasional perkeretaapian.

 

Prosedur Permohonan Bantuan Bina Lingungan di PT. KAI (Persero)

 

Bantuan dana Program Bina Lingkungan diperuntukan untuk :

1.  Korban Bencana Alam :

     a. Penyedia bahan kebutuhan pokok untuk korban bencana alam

     b. Obat-obatan dan / atau tenaga medis;

     c. Bantuan perahu karet, tenda pengungsi / tempat penampungan sementara.

2.  Pendidikan dan Pelatihan :

     a. Pengadaan peralatan sekolah, baik untuk sekolah umum, maupun pesantren;

     b. Pelatihan / pemagangan anak putus sekolah;

     c. Penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.

3.  Peningkatan Kesehatan :

     a. Renovasi balai pengobatan masyarakat;

     b. Bantuan yang bersifat untuk kesehatan masyarakat;

     c. Melakukan pelayanan kesehatan kepada penduduk miskin / masyarakat.

4.  Pengembangan prasarana dan sarana umum :

     a. Rehabilitasi prasarana pendidikan;

     b. Pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum.

5.  Sarana ibadah :

     a. Bantuan pembangunan / rehabilitasi rumah ibadah;

     b. Pengadaan perlengkapan ibadah;

     c. Bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan.

6.  Pelestarian alam;

7.  Bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan

 

Poposal yang diajukan oleh Pemohon bantuan Bina Lingkungan kepada PT. KAI (Persero) setidaknya memuat data :

1.  Latar Belakang permohonan bantuan;

2.  Nama & Tempat Kegiatan;

3.  Maksud & Tujuan;

4.  Struktur Organisasi / Kepanitiaan;

5.  Nomor rekening Bank pemohon / organisasi pemohon yang masih aktif;

6.  Rincian Anggaran Biaya;

7.  Foto objek/bangunan/lahan yang akan dibantu.

 

C. COMMUNITY RELATION

Community Relation merupakan kewajiban Perusahaan untuk menganggarkan dana yang diperhitungkan sebagai biaya Perusahaan guna menghindari konflik sosial dan lingkungan yang diwujudkan  melalui Sponsorship dan kegiatan-kegiatan sosial selain kegiatan Program Bina Lingkungan untuk meningkatkan Corporate Image.

 

D. KONTAK & KEWILAYAHAN

Kepada para Pemohon / calon Mitra Binaan yang berminat mengajukan proposal pada salah satu Program Kemitraan atau Bina Lingkungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mengajukan Proposal ke Kantor Kereta Api terdekat sesuai alamat / lokasi usaha atau domisili pemilik/pemohon. Berikut alamat dan kontak Kantor Cabang kami :

Kontak Kewilayahaan KAI

 

 

 

Booking Button