KAI Perbaiki Jalur yang Terhambat Banjir
Posted: 25.02.2018 Categories: Berita

Pada Jumat (23/2) curah hujan yang tinggi menyebabkan adanya banjit pada pukul 00.13 WIB di KM 253+300 s/d 254+400 antara Stasiun Ketanggungan-Stasiun Ciledug (arah Purwokerto) terjadi banjir sepanjang 700M air meluap dengan kedalaman 90 cm. Banjir juga terjadi di KM 185+500 s/d KM 186+600 antara Stasiun Tanjung - Stasiun Losari (arah Tegal) laporan sekitar pukul 12.30 banjir ketinggian air 50 cm di atas kop rel. Hal tersebut membuat perjalanan KA yang ingin melintas jalur KA tersebut tidak dapat dilalui. Petugas terus bekerja siang dan malam agar jalur tersebut dapat segera dilalui.

Pekerja sedang melakukan perbaikan jalur KA

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI MN Fadhila dan Direktur Keselamatan dan Kemanan KAI Apriyono Wedi Chresnanto langsung meninjau kedua lokasi tersebut. Di lokasi tersebut, mereka memberikan dukungan moril dan arahan percepatan dalam upaya penyelesaian gangguan perjalanan KA. Dengan bantuan mesin perawat jalan rel PBR, Apriyono dan rombongan memeriksa kondisi di titik-titik yang paling dalam ketinggian airnya. Apriyono mengatakan bahwa dibandingkan dengan longsor, banjir sulit diprediksi. “Kami hanya bisa menunggu surut dan memeriksa jangan sampai batu balas hanyut," ujar Apriyono. Apriyono mengatakan, ada 33 gerbong yang dikerahkan untuk memadatkan jalur. Jalur perlu dipadatkan karena bebatuan yang berada di sekitar rel banyak yang hanyut terbawa banjir. Lokomotif khusus juga dikerahkan untuk memperbaiki rel. Menurutnya, banjir terjadi akibat luapan Sungai Cisanggarung dan jebolnya tanggul berjarak sekitar 1 km dari lokasi rel. Sungai Cisanggarung berhulu di Kabupaten Kuningan, melintasi Cirebon dan berakhir di Losari, Brebes, Jateng.

Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Apriyono Wedi Chresnanto meninjau langsung lokasi banjir

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau beberapa lokasi banjir yang terjadi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Minggu (25/2). Budi memastikan akan memetakan secara jelas permasalahan yang ada. "Dengan begitu selanjutnya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," kata Budi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemda setempat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Budi mengatakan, “Menurut laporan yang diterima, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan terjadi longsoran di lereng Gunung Ciremai.” Dia menambahkan, “Longsoran mengakibatkan bentuk sungai tidak normal lagi. Selain itu, ada pintu-pintu air yang tidak berfungsi dengan baik sehingga limpahan air jadi lebih banyak dan cepat.”

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Pengelolaan Prasarana KAI MN Fadhila

Jalur KA akhirnya dapat dilalui sejak Jumat sore untuk jalur Ciledug dan Sabtu sore untuk jalur Losari. Meskipun jalur sudah dapat dilalui, antrean KA masih terjadi akibat adanya waktu yang dibutuhkan untuk proses penguraian. "Saat ini kecepatan kereta turun menjadi 40 km/jam tetapi secara keseluruhan perjalanan kereta api sudah kembali normal. Menurut pengamatan selama 10 tahun, daerah ini belum pernah terjadi banjir," ujar Menhub. "Saya menugaskan dirjen Perkeretaapian untuk menginventaris tempat lain yang signifikan terjadi agar dilakukan pencegahan di awal. Kami akan lakukan upaya preventif daripada seperti sekarang pelayanan transportasi akan terganggu," tambah Menhub. (Public Relations KAI)

 

 

 

Booking Button