Tutup 313 Pelintasan Sebidang dalam 2 Bulan, KAI Dapatkan Rekor MURI
Posted: 04.04.2018 Categories: Berita

PT Kereta Api Indonesia (Persero) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas keberhasilan menutup 313 pelintasan sebidang hanya dalam waktu dua bulan mulai dari Januari hingga Febuari 2018. Penyerahan piagam dilakukan di sela-sela acara Workshop Keselamatan Perkeretaapian, Rabu (4/4) di Merlynn Park Hotel Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Edi Nur Salam, Vice President Security Operation KAI Bambang Triyanto dan perwakilan KAI lainnya.


Vice President Security Operation Bambang Triyanto menerima Rekor MURI dari Sekjen Kemenhub Sugihardjo

Pendiri sekaligus Ketua Umum MURI Jaya Suprana hadir menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Sugihardjo yang kemudian disampaikan kepada Bambang Triyanto mewakili jajaran KAI. Tak hanya itu, perwakilan Daop dan Divre turut menerima piagam penghargaan, karena secara aktif telah mendukung penyelenggaraan Program Quick Wins Ditjenka Kemenhub.

Jaya Suprana mengatakan bahwa rekor yang telah dicapai merupakan rekor hebat, karena dibutuhkan keberanian dalam pemecahan rekor tersebut. “Pasti ada perlawanan dari warga sekitar pelintasan liar tersebut. Ini merupakan langkah berani yang dilakukan oleh KAI, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian,” ucapnya.

Sugihardjo mengatakan rekor tersebut bisa menjadi dasar untuk terus meningkatkan keselamatan dalam transportasi. “Keselamatan merupakan hal yang sangat penting. Mungkin kalau orang lain yang kena kita diam saja, namun bagaimana kalau menimpa keluarga kita. Maka dari itu saya sangat apresiasi sekali mengenai rekor tersebut, kedepannya bisa lebih baik lagi,” ujar Sugihardjo. Menurutnya hingga saat ini tidak kurang dari 4.600 pelintasan sebidang yang tidak berizin. Pelintasan ini tidak dikelola oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sedangkan pelintasan sebidang yang berizin baru sekitar 1.194 titik. “Kecelakaan yang melibatkan kereta api itu banyak terjadi pada lintasan sebidang yang tidak berizin, sebab biasanya pelintasan sebidang ilegal itu tidak ada yang menjaga,” katanya. Ia juga menyampaikan pesan kepada semua pihak terkait bisa meningkatkan sinergi untuk membenahi ribuan pelintasan sebidang illegal tersebut demi kebaikan bersama. Kerjasama antara KAI sebagai operator perkeretaapian, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan.


Perwakilan Daop dan Divre yang mendapatkan penghargaan berfoto bersama jajaran Kemenhub

Sementara itu Zulkifli mengatakan, Program Quick Wins dilakukan dalam rangka penutupan sebanyak 200 titik dalam kurun waktu 2 bulan yaitu dari Januari sampai dengan Februari 2018. “Berkat kerja keras dan keyakinan kita, target tersebut tercapai bahkan terlewati yaitu kita berhasil melakukan penutupan sebanyak 313 titik cikal bakal pelintasan sebidang sehingga jalur akan berfungsi sebagaimana mestinya dan memenuhi aspek keselamatan,” katanya. Mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api menjadi tugas utama KAI selaku perusahaan penyedia jasa transportasi kereta api. Bersinergi dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dalam penutupan pelintasan sebidang liar atau tidak resmi menjadi salah satu hal nyata yang bisa dilakukan.

Kewenangan pemerintah pusat yang dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub hanya untuk lintasan-lintasan di jalan nasional. Sementara, 99% lintasan sebidang itu ada di daerah. (Public Relations KAI)

 

Booking Button