Awal 2019, KA Bandara Adi Soemarmo Beroperasi
Posted: 01.04.2018 Categories: Berita

Minggu (1/4) Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Solo Balapan. Kunjungan diawali dengan mengunjungi Terminal Tirtonadi dilanjutkan mengunjungi Stasiun Solo Balapan dengan melewati sky bridge. Budi Karya Sumadi datang ke Stasiun Solo Balapan pada pukul 14.17 WIB dan ia didampingi oleh Dirjenka Zulfikri, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, EVP Daop 6 Yogyakarta Yusren, serta jajaran KAI dan Kemenhub lainnya.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Sky Bridge Stasiun Solo Balapan

Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kunjungannya kali ini untuk memastikan progres pekerjaaan sarana dan prasarana KA Bandara Adi Soemarmo. Pada kesempatan tersebut Budi Karya Sumadi dan rombongan melihat kondisi stasiun dan berbincang dengan sejumlah penumpang kereta api tujuan Solo-Yogyakarta-Kutoarjo. Kepada penumpang, Budi Karya menanyakan fasilitas atau layanan apa yang sampai saat ini dibutuhkan di stasiun.  Usai itu, Budi Karya Sumadi meninjau fasilitas terminal Tirtonadi dengan melalui skybridge atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan terminal dan stasiun tersebut. Mantan Kepala Angkasa Pura II tersebut juga dijadwalkan akan meninjau fasilitas bandara dan lokasi pembangunan stasiun bandara Adi Sumarmo, Solo.

Budi Karya Sumadi yakin pembangunan jalur kereta bandara Adi Soemarmo di Solo dapat selesai pada Desember 2018. Pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Solo Balapan ke Stasiun Bandara Adi Soemarmo sepanjang 13,5 km ini ditarget dapat beroperasi pada awal 2019. “Sekarang tugas kami adalah memastikan pekerjaan rel sarana prasarana untuk kereta api menuju bandara harus bisa diselesaikan segera. Kereta bandara harusnya akhir tahun, Desember 2018 ini selesai. Ditargetkan awal 2019 ini harus beroperasi,” ujar Menhub.


EVP Daop 6 Yogyakarta Yusren menjelaskan pengembangan Stasiun Solo Balapan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Saat ini yang masih menjadi kendala adalah masalah pembebasan lahan. Ia berjanji segera melakukan penyelesaian dengan stakeholder pemilik-pemilik tanah. Adapun luas tanah yang masih harus dibebaskan yakni sebesar 2,5 hektar atau sekitar 20 persen dari luas keselurahan. Menhub menambahkan, tanah milik masyarakat akan diselesaikan secara konsinyasi ke pengadilan karena sudah dilakukan sosialisasi dan pembicaraan namun para pemilik tanah tersebut belum mau melepasnya. Saat ini progres pembangunan lintasannya saat ini baru mencapai 2-5 persen dari panjang keseluruhan jalur 13,5 km. Sementara itu untuk stasiun kereta bandara telah mencapai 30 persen.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo yang turut mendampingi Menhub, menilai proyek tersebut bakal berjalan tepat waktu. Dia yakin kendala-kendala yang timbul dapat terselesaikan dalam waktu dekat. "Yang belum bebas itu 2,5 hektare. Ini kan (kepemilikannya) hanya beda instansi saja to. Enggak ada masalah, Desember 2019 selesai," tegasnya. (Public Relations KAI)

 

Booking Button