KAI Angkat Istri Masinis KA Sancaka sebagai Pegawai
Posted: 07.04.2018 Categories: Berita

PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah berduka karena mereka kehilangan salah satu masinisnya bernama Mustofa dalam kecelakaan kereta yang terjadi pada Jumat malam (6/4). Mustofa mengemudikan KA 86 yaitu KA Sancaka dengan rute Yogyakarta-Surabaya Gubeng lalu menabrak Truk Trailer yang mogok ditengah-tengah pelintasan sebidang KA ilegal. Kecelakaan tersebut terjadi di kilometer 215 antara Stasiun Kedungbanteng dan Walikukun, Ngawi. Kereta dengan daya tampung 570 orang itu menabrak truk trailer pada pukul 18.20.  Mustofa tidak sempat melakukan pengereman, sehingga gerbong kereta di bagian depan langsung oleng dan terguling.  Selain Mustofa, Asisten Masinis KA Sancaka tersebut Hendra Wahyudi juga mengalami luka cukup serius. Dirinya menjalani perawatan medis di RSUD dr Soedono Madiun.


Direktur Utama KAI Edi Sukomoro menyampaikan belasungkawa kepada Istri Almarhum

Pada Sabtu (7/4) bertempat di Desa Sumber Bening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, dilaksanakan upacara pelepasan jenazah yang dipimpin oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. Pada kesempatan tersebut jajaran KAI beserta sanak saudara, kerabat juga masyarakat sekitar juga ikut mengantarkan almarhum ke tempat persemayaman terakhir. Dalam sambutannya, Edi Sukmoro menyampaikan "Saya, mewakili 28 ribu pekerja PT Kereta Api Indonesia, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban". Edi menambahkan bahwa semasa kerjanya, almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi untuk perusahaan. “Atas jasa almarhum yang gugur dalam tugasnya,  KAI memberikan penghargaan setinggi-tingginya,” tegas Edi.

Usai dilakukan upacara pelepasan Jenazah, kemudian jenazah dikebumikan tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya. Almarhum meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung 8 bulan serta anak usia 4 tahun. Edi Sukmoro mengatakan bahwa Istri dari Mustofa, Dewi Kartikasari Utami akan diangkat menjadi karyawan KAI. "Saya dan direksi sudah memutuskan agar istrinya diproses menjadi pegawai kereta api langsung. Dengan demikian, hubungan KAI dengan keluarga Mustofa ini tidak terputus," ujar Edi Sukmoro.


Almarhum saat hendak dikebumikan

Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku berterima kasih kepada KAI yang telah memberikan perhatian besar. Meski kehilangan, pihak keluarga telah ikhlas atas kejadian tersebut. "Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih. Terlebih atas keputusan pembuatan prasasti bagi Mustofa dan pengangkatan sang istri menjadi pegawai KAI," kata ayah almarhum, Sadino.

Usai memimpin upacara pelepasaan jenazah, rombongan langsung menuju RSUP Dr. Soedono Madiun untuk melihat secara langsung kondisi Hendra Wahyudi yang mengalami luka serius. Edi Sukmoro sempat melakukan interaksi menanyakan keadaan kepada korban yang kondisinya sudah mulai stabil. "Saya mewakili seluruh pekerja PT Kereta Api Indonesia, menyampaikan turut berduka cita, dan keluarga tidak usah khawatir, semua biaya pengobatan sampai sembuh kembali normal akan ditanggung oleh KAI" ujar Edi kepada istri korban Ika Septian. Ika menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada perusahaan yang telah memberi perhatian luar biasa atas musibah yang menimpa suaminya.

Di saat yang sama, Edi turut menyesalkan kelalaian yang dilakukan oleh pengemudi truk trailer, Mohamad Sholeh Ajiaman, sebab ia melintasi rel kereta tanpa hati-hati. Akibatnya terjadi kecelakaan dan menyebabkan satu korban tewas dan korban lainnya terluka. "Melalui peristiwa ini, saya ingin mengingatkan pelintasan kereta api bukan hal yang main-main. Harus hati-hati saat melintasinya, apalagi perlintasan yang tidak terjaga. Hal seperti ini sering terjadi," kata dia. 


Direktur Utama KAI Edi Sukmoro didampingi Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Apriyono Wedi Chresnanto saat menjenguk asisten masinis KA Sancaka

Aparat Satlantas Polres Ngawi akhirnya menangkap Aji Aman (41), sopir truk trailer yang diduga menjadi penyebab kecelakaan Kereta Api Sancaka, Jumat (6/4) malam. "Sopirnya sudah kami amankan. Aji yang berasal dari Bojonegoro itu saat ini sementara diperiksa anggota Polres Ngawi," kata Kepala Polres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu. Ia mengatakan, pengakuan lisan Aji menyatakan bahwa truknya mogok saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan. Karena merasa panik, sopir itu keluar dari kabin truk untuk menyelamatkan diri. (Public Relations KAI)

 

 

Booking Button