Antisipasi Teror, KAI Waspada
Posted: 15.05.2018 Categories: Siaran Pers

Menyikapi kejadian terror akhir-akhir ini, serta menindaklanjuti instruksi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI nomor UM.101/B.95/DJKA/5/18 tgl 14 Mei 2018, perihal kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan keselamatan KA, maka Kepala Daop 7 Madiun,  segera mengambil tindakan antisipatif untuk mencegah serta meminimalisir potensi teror terhadap prasarana dan sarana perkeretaapian.

Kadaop 7 Madiun, Shulthon Hasanudin  menyampaikan “Sebagaimana diketahui, prasarana dan sarana perkeretaapian termasuk salah satu obyek vital nasional  seperti yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 63 tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital nasional, yang penggunaannya banyak diminati oleh masyarakat. Karena menyangkut penggunaan oleh masyarakat, perlu dilakukan langkah antisipatif demi mewujudkan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna kereta api”.

Dalam instruksi yang diberikan oleh Ditjenka adalah :

  1. Adanya SOP tanggap darurat terkait dengan potensi teror yang mengkin terjadi baik itu prasarana maupun sarana perkeretaapian,
  2. Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan keselamatan perkeretaapian,
  3. Menambah jumlah personil pengamanan terutama di stasiun-stasiun yang melayani banyak penumpang,
  4. Memberikan pemahaman kepada calon penumpang KA untuk tetap waspada dan berhati-hati serta melaporkan kepada petugas apabila ada keadaan mencurigakan,
  5. Meningkatkan pengamanan dan pengawasan terhadap asset vital perkeretaapian,
  6. Melakukan pemeriksaan lebih rinci terhadap barang bawaan penumpang dan barang-barang kiriman serta,
  7. Meningkatkan kerjasama dengan pihak aparat berwenang (POLRI) untuk tindakan pengamanan baik itu prasarana maupun sarana perkeretaapian.

Shulthon Hasanudin menambahkan, “Kami melaksanakan instruksi tersebut demi mewujudkan keamanan dan keselamatan operasi kereta api. Dan Kami menghimbau kepada masyarakat pengguna jasa KA, agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap hal-hal yang mencurigakan untuk mencegah potensi teror".

Manager Humas 7 Madiun, Supriyanto, menyampaikan," sejak kejadian kemarin (13/5) seluruh jajaran di Daop 7 Madiun sudah diinstruksikan untuk waspada, utamanya pada keselamatan perjalanan KA". Dan sudah dilaksanakan peningkatan pengamanan, meskipun tidak mencolok, dengan menempatkan pengamanan tertutup, membaur dengan penumpang. Termasuk pengamanan di atas KA juga ditingkatkan dengan menempatkan petugas Pengamanan yg mobile dan acak.

"Semoga semua bisa diantisipasi, dan tidak ada gangguan dalam pelayanan maupun perjalanan KA," Supriyanto menutup wawancara pagi ini. (Humas KAI Daop 7 Madiun)

 

Booking Button