Menteri Perhubungan Pimpin Apel Kesiapan Angkutan Lebaran
Posted: 05.06.2018 Categories: Berita

Telah dilaksanakan apel Gelar Pasukan Masa Angkutan Lebaran Tahun 2018  yang dipimpin oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Selasa (5/6). Dalam apel ini petugas diarahkan untuk mendukung mudik Lebaran yang aman dan nyaman sehubungan dengan dimulainya Masa Angkutan Lebaran pada tgl 5 hingga 26 Juni 2018 serta memastikan kesiapan personel dan petugas.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjabat tangan dengan kondektur usai memasang pita tanda posko

Budi Karya mengungkapkan mudik pada tahun 2018 ini ada kenaikan penumpang sebanyak 3 persen. Hal itu dilakukan agar para pemudik bisa merayakan hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah/2018. "Pada masa penyelenggaraan moda kereta api tahun 2018. Diperkirakan akan mengalami kenaikan 3 persen dengan jumlah yang amat luar biasa yaitu 4,5 juta. Calon pemudik berharap agar mereka dapat tiba selamat di tempat tujuan berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Lebaran," ungkapnya.

Budi mengatakan, penambahan armada kereta api yang dilakukan karena sudah menjadi amanat dari Presiden Joko Widodo kepada pihak Kementerian Perhubungan. "Bapak Presiden secara khusus mengamanatkan kepada kita agar mudik kali ini harus lebih baik, harus bahagia, dengan tema mudik bareng guyub rukun. Tema tersebut karena merupakan refleksi kepedulian, kebersamaan, kerukunan serta berangkat dari akar budaya masyarakat," sebutnya. Budi menambahkan "Tema ini juga dipilih karena mencerminkan nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia.”


Suasana gelar pasukan

Selain itu, untuk menciptakan angkutan mudik Lebaran yang selamat, nyaman dan aman, pemerintah telah melaksanakan cek terhadap seluruh sarana dan prasarana kereta api. "Saya berharap rekomendasi telah diberikan dirjen kereta api selalu ditindaklanjuti oleh PT KAI sehingga zero accident dalam angkutan lebaran 2018 dapat terlaksan," tandasnya. Selain itu, Budi Karya juga bakal melakukan pengamanan yang ketat pada Mudik Lebaran 2018. terlebih pasca serangkaian teror di beberapa daerah di Indonesia. "TNI Polri untuk mengamankan keselamatan angkutan Lebaran 2018. Karena untuk menyikapi teror yang belum lama ini terjadi, saya tekankan kepada seluruh petugas Lebaran untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah gangguan keamanan atau potensi teror yang dapat menimbulkan kerugian materil maupun imateril yang tidak sedikit," kata Budi. Pengetatan pengamanan itu salah satunya akan dilakukan pemeriksaan barang kepada setiap pemudik. "Langkah antisipasi ini dilakukan dengan memperketat keamanan di semua stasiun utama di stasiun keberangkatan mudik dengan melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang guna memberikan rasa aman dalam mudik," ungkapnya.


Direktur Utama KAI Edi Sukmoro memberikan keterangan pers

Pada mudik 2018 kali ini PT Kereta Api Indonesia (Persero) setiap harinya akan menjalankan 393 KA baik reguler maupun tambahan untuk para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, seluruh aspek operasi, sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api harus dalam kondisi yang terbaik. Pastikan seluruh perjalanan kereta api aman, lancer, dan terkendali supaya angkutan lebaran tahun 2018 ini super sukses. “Jangan ada kelalaian, karena kelalaian sekecil apapun akan mengakibatkan kerugian yang berimbas pada menurunnya pelayanan kepada pengguna jasa kereta api. Pelayanan terbaik harus kita berikan kepada para pengguna jasa kereta api,” tegasnya. (Public Relations KAI)

 

Booking Button