Tingkatkan Aksesibilitas, KAI Rilis KA Pangandaran
Posted: 04.01.2019 Categories: Berita

Mengawali tahun 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan pelayanan tambahan dengan meresmikan pengoperasian kereta baru yaitu KA Pangandaran relasi Gambir-Banjar (PP) di Stasiun Banjar, Jawa Barat, Rabu, 2 Januari 2019.

Dalam sambutannya, Dirut KAI mengatakan bahwa dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia (WI-PI) dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran.

“Sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya dan perekonomian di Jawa Barat," ujar Dirut KAI, Edi Sukmoro.


Prosesi pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya pengoperasian KA Pangandaran

KA Pangandaran terdiri dari empat unit kereta eksekutif dan empat unit kereta ekonomi premium dalam satu rangkaiannya dengan kapasitas total sejumlah 520 tempat duduk. Jarak yang ditempuh KA Pangandaran dari Jakarta ke Banjar sekitar 328,8 km dengan menempuh waktu sekitar 8 jam. Sedangkan dari Bandung ke Banjar berjarak 155,8 km ditempuh sekitar 4 jam 30 menit.

Wagub Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyambut baik peresmian KA tersebut. Menurutnya, ini adalah kolaborasi yang baik antara program KAI dengan Pemprov Jabar. “Transportasi modern saat ini sangat penting untuk masyarakat, salah satunya Kereta Api. Saya bersama Gubernur Jabar akan mewujudkan Jabar juara lahir batin, salah satunya menambah sarana transportasi di Jabar,” katanya.

Ia mengatakan, kelebihan transportasi KA karena digemari masyarakat, harga murah, aman di perjalanan, disiplin waktu tinggi dan bebas macet. Saat ini waktu yang ditempuh dari Banjar-Bandung menggunakan kendaraan sekitar 5 jam, namun saat macet bisa sampai 6-8 jam. Sedangkan naik kereta api tidak akan macet. Dengan KA Pangandaran, Bandung ke Banjar dapat ditempuh sekitar 4 jam 30 menit.


Prosesi siraman dan pecah kendi

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyatakan peluncuran KA Pangandaran merupakan kado istimewa dari KAI. Dengan KA Pangandaran, nama daerah yang identik dengan pantai tersebut bisa lebih terkenal karena dipromosikan secara gratis.

Selain itu, kebahagiaan Jeje bertambah ketika pengaktifan kembali jalur kereta api menuju ke Pangandaran bakal segera terwujud, bahkan akan dimulai tahun ini. Yang akan dimulai dengan penertiban lahan PT KAI yang kini digunakan oleh warga.

"Kalau jalur kereta sampai ke Pangandaran tentunya dapat mengangkat pariwisata. Ini satu kerjasama yang baik," jelasnya.

Sementara itu, Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih mengaku pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Banjar yang akan ke Bandung untuk menggunakan KA Pangandaran.

Merasakan hal yang senada, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih mengatakan bahwa ia dan warganya seolah diberi kado dengan diluncurkannya KA Pangandaran ini. Ia pun sangat yakin, dengan berbagai terobosan Gubernur dan Wagub Jawa Barat, semua daerah di Jawa Barat bisa bangkit dan berkemajuan.

"Inilah bentuk pelayanan publik yang memudahkan masyarakat. Insyaallah kita akan terus - menerus mensosialisasikan KA Pangandaran ini," tambahnya.

Ade Uu pun dengan penuh semangat bertekad, bahwa pihaknya dibantu jajaran TNI/ Polri, dengan target waktu enam bulan siap mengembalikan jalur akses kereta api ke Pangandaran yang ada di wilayahnya.

KAI memberikan tarif promo untuk KA Pangandaran keberangkatan tanggal 2 Januari hingga 1 Februari 2019 sebesar Rp1.000,-. Walaupun muncul Rp1.000,- penumpang tetap dapat menggunakan KA Pangandaran rute Bandung - Banjar (pp) secara cuma-cuma.

KAI tetap berkomitmen memberikan layanan gratis KA Pangandaran rute Bandung - Banjar (pp) selama masa promo yaitu 2 Januari s.d 1 Februari 2019. Pembelian tiket melalui Loket tidak dikenakan biaya alias gratis, namun hanya dapat dilakukan di Loket Stasiun pemberhentian KA Pangandaran lintas Banjar - Bandung.

Pembelian tiket melalui KAI Access, Website KAI, dan channel eksternal akan muncul Rp1.000,- untuk kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium. Namun, penumpang berhak untuk mendapatkan pengembalian bea 100% (diluar bea pesan channel eksternal) yang prosesnya dilakukan di loket stasiun kedatangan.

Pemesanan tiket KA Pangandaran bisa dilakukan mulai H-30 keberangkatan di aplikasi KAI Access, web KAI, Loket Stasiun, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya. Tiket Promo KA Pangandaran ini tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal, digabungkan dengan reduksi/promo lainnya, dan hanya dilayani jika tempat duduk masih tersedia.


Wagub Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum memberangkatkan KA Pangandaran

Selama masa promo, KAI juga memberikan layanan Angkutan Lanjutan secara gratis bagi penumpang KA Pangandaran yang melakukan pemesanan dengan relasi Gambir-Garut (pp). Keberadaan Angkutan Lanjutan ini bertujuan untuk mempermudah penumpang KA Pangandaran yang dari dan menuju Garut. Dengan layanan single ticketing, penumpang cukup memesan satu kali kemudian sudah langsung dapat menggunakan KA Pangandaran serta Angkutan Lanjutannya.

Angkutan Lanjutan yang dikelola oleh anak usaha KAI, PT KA Pariwisata ini memiliki titik pemberangkatan/ pemberhentian di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 6, Garut. Untuk tanggal 2 s.d 4 Januari 2019, PT KA Pariwisata menyediakan satu armada berkapasitas masing-masing 12 tempat duduk, lalu mulai 5 Januari dan seterusnya akan ditambah menjadi 2 armada dengan total 24 tempat duduk.

(Public Relations KAI)

 

 

Booking Button