KAI Ajak 100 Anak Yatim Piatu Baca Al-Quran di KA
Posted: 25.09.2019 Categories: Berita

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaui Daop 4 Semarang mengajak 100 anak yatim piatu membaca Al-Qur’an di dalam perjalanan kereta api dari Stasiun Pekalongan menuju Stasiun Semarang Poncol dan menikmati obyek wisata Lawang Sewu, Selasa (24/9).

Kegiatan yang diberi nama “Muharam Berbagi 2019” dan bertemakan  "100 Anak Yatim Menghapal Al Quran Di Kereta Api dan Wisata Religi" ini bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan (LAZIS) Jawa Tengah.


EVP Daop 4 M. Nurul Huda bersama peserta lain membaca Al-Quran di dalam kereta

Selain untuk memperingati Tahun Baru Hijriah yang ke 1441, kegiatan tersebut juga sekaligus sebagai salah satu rangkaian dari perayaan HUT ke-74 KA. Dalam kesempatan ini Daop 4 membagikan bingkisan berupa Kitab Suci Al Qur'an dan tasbih kepada 100 anak yatim piatu Tahfidz Qur'an (Penghapal Al Qur'an).

Daop 4 menyiapkan dua gerbong khusus untuk 100 anak yatim, yakni gerbong 1 dan 2. Mereka berangkat dari Stasiun Pekalongan pukul 11.12 wib dan tiba di Stasiun Semarang Poncol pukul 12.25 wib.

EVP Daop 4 Semarang, Muhammad Nurul Huda mengatakan bahwa kegiatan baca Al-Quran ini juga sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan pada anak yatim piatu.

"Kegiatan ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh KAI dan selanjutnya akan terus dilakukan setiap tahunnya. Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan baca Al-Quran ini edukasi bagi anak-anak," katanya.

Ia mengatakan melalui edukasi membaca Alquran tersebut diharapkan mereka dapat melafalkan (membaca) dan mengamalkan.


Peserta tampak mengikuti kegiatan

Selain itu, lanjut Huda, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk edukasi dan sosialisasi.

“Tadi saya dengar adik-adik ini ada yang mengaku baru pertama kali naik kereta api. Jadi ini merupakan pengalaman baru. Kemudian, bagaimana kita kembali ke nilai-nilai Al Quran, bagaimana kita mempelajari, mengahayati, dan tidak kalah pentingnya mengamalkan isi dari Al Quran,” ungkapnya.

Direktur Utama Amil Zakat Al Ikhsan (LAZIS), Alikhsan Arif Nurhayadi mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KAI karena hal itu bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu.

"Ini sebagai bentuk rasa bersyukur KAI pada rangkaian HUT KA dan memperingati Tahun Baru Hijriah dengan berbagi kebahagiaan pada anak-anak yatim piatu," katanya.

Ia menambahkan kerja sama KAI dengan Lembaga Amil Zakat ini dapat dikembangkan berupa kegiatan infak sedekah untuk para penghafal Alquran.

Kepala Kantor Layanan Lazis Jawa Tengah Pekalongan, Fatkhurrahman menambahkan, kegiatan berbagi rezeki kepada anak yatim dan duafa semoga menjadi berkah. Pihaknya juga berterima kasih kepada KAI daop 4 Semarang yang sudah berbagi dengan anak anak yatim binaan Lazis Jawa Tengah.

“Kami berterima kasih kepada KAI dan donatur Lazis Jateng sudah banyak membantu anak anak yatim dan dhuafa. Semoga dengan adanya kegiatan ini, KAI semakin jaya dan dicintai masyarakat dan dicintai rakyat Indonesia,” ucapnya.


EVP Daop 4 M. Nurul Huda mewakili KAI Daop 4 menerima penghargaan dari MURI

Dengan adanya kegiatan ini KAI melalui Daop 4 mendapatkan Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Karena mencetak rekor Pemrakarsa dan Penyelenggara Perjalanan Kereta Api dengan Melantunkan Al –Quran Juz 30 oleh Anak Yatim Piatu terbanyak.

Senior Manager MURI, Ariyani Siregar, mengatakan rekor yang dicapai dalam kegiatan tersebut masuk Kategori Paling Banyak Peserta.

“Kami sampaikan pula bahwa KAI sudah 10 kali mencatatkan rekor di MURI. Untuk Daop 4 ini adalah rekor yang ke dua. Rekor kali ini kami abadikan pada urutan rekor yang ke-9186, yakni rekor Perjalanan Kereta Api dengan Melantunkan Alquran Juz 30 oleh Anak Yatim Piatu Terbanyak, yakni sebanyak 100 anak,” jelasnya. (Public Relations KAI)

 

 

 

 

Booking Button