Festival Gerbong Maut: Belajar Sejarah Melalui Teatrikal
Posted: 23.11.2019 Categories: Siaran Pers

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Unit Architecture and Preservation dan Daerah Operasi  9 Jember untuk pertama kalinya menyelenggarakan Festival Gerbong Maut pada 23 November 2019 di Bondowoso Rail and Train Museum, Kabupaten Bondowoso. Festival ini terselenggara atas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga.

Dalam sambutannya VP Architecture and Preservation mengatakan, Festival Gerbong Maut diadakan dalam rangka memperingati 72 TAHUN Peristiwa Gerbong Maut yang terjadi pada 23 November 1947. Seratus pejuang yang ditawan Belanda dipindahkan dari Penjara Bondowoso ke penjara di Surabaya menggunakan kereta api. Pemindahan tersebut merenggut 46 nyawa pejuang karena para pejuang diangkut menggunakan gerbong yang notabene digunakan untuk angkutan barang.

"Pemilihan lokasi Festival Gerbong Maut di Bondowoso Rail and Train Museum tak lain juga untuk mengingatkan bahwa Bondowoso Rail and Train Museum merupakan saksi bisu peristiwa sejarah besar tersebut," jelasnya. 

Festival Gerbong Maut terdiri atas tiga kegiatan yaitu Lomba Mewarnai Anak Tingkat TK, Napak Tilas Peristiwa Gerbong Maut, dan Teatrikal Persitiwa Gerbong Maut. Kegiatan Napak Tilas Peristiwa Gerbong Maut, start dimulai dari Lapas Kelas II B Bondowoso, dipandu oleh pihak Legiun Veteran Indonesia (LVRI) Bondowoso serta didampingi pihak lapas. 

Sebanyak 50 peserta pelajar SMA/SMK dan millenial berkeliling di Penjara Bondowoso, kemudian berjalan kaki sejauh 1,2 kilometer menuju Bondowoso Rail and Train Museum. Helatan Festival Gerbong Maut ditutup dengan acara Teatrikal Gerbong Maut. 

Mengusung tema “Para Pengkhianat”, sebanyak 60 seniman yang tergabung dalam Grup Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso menampilkan kepiawaianya dalam berakting. Antusias tinggi diperlihatkan oleh ratusan penonton selama kegiatan teatrikal berlangsung. Para penampil pun menuai banjir tepuk tangan. 

Melalui teatrikal ini, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) bermaksud mengenalkan serta mengedukasi Peristiwa Gerbong Maut dengan kemasan yang berbeda dan mengedukasi pelajar untuk mencintai dan melestarikan cagar budaya. Keseluruhan kegiatan dalam Festival Gerbong Maut ini diadakan sebagai upaya edukasi, promosi dan publikasi museum perkeretaapian kepada masyarakat.

Asisten 3 Pemkab Bondowoso, Wawan Setiawan, saat mewakili Bupati Salwa Arifin dalam Teatrikal peristiwa gerbong maut, mengaku sangat apresiatif atas terselenggaranya acara ini.

“Pemerintah daerah menyambut baik festival Gerbong Maut ini. Dan kami memberi apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara maupun pihak – pihak yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya acara ini,”katanya.

Ia melanjutkan bahwa melalui festival gerbong maut ini pihaknya berharap dapat meningkatkan rasa patrotisme. Sehingga memunculkan semangat baru. Termasuk bisa menerapkan nilai – nilai kepahlawanan pada kehidupan sehari – hari.

“Saya mengajak marilah kita tanamkan dalam hati untuk membangun Bondowoso dengan tugas dan peran masing – masing,”pungkasnya. (Public Relations KAI)

 

 

 

Booking Button